Al Insan

Rabu, 6 Mei 2009

IBU




11 mei Selamat Hari Ibu....Mungkin hari ini masih ramai yang masih mempunyai ibu dan ada yang tiada..Bagi mereka yang masih mempunyai ibu jagalah orang yang melahirkan kita ini dengan sebaiknya...ada yang memanggil Ibu dan Emak atau apa sahaja gelarannya yang melahirkan kita ini mempunyai jasa kepada kita dengan memdidik,membelai dan memanjakan kita...Kasih ibu kepada kita memang tidak dapat dinilai dengan wang ringgit.. Saya sentiasa ingat pepatah Melayu, syurga itu dibawah kaki ibu, jadi jangan sekali-kali menderhaka, menyakiti hati mahupun menjatuhkan air matanya. Bagi saya, pincanglah masa depan seseorang anak itu kalau mereka menderhaka kepada kedua orang tua. Tak berkat rezeki yang kita dapat jika membelakangkan ibu sendiri.

Sebagaimana hadis Rasulullah saw: "Doa ibu itu lebih cepat makbul." Orang bertanya:"Kenapa ya Rasulllah?" Jawab baginda : "Ibu lebih penyayang dari bapa dan doa dari orang yang penyayang tidak akan sia-sia."

Oleh itu nasihat saya berilah kasih sayang kepada sesiapa yang masih mempunyai ibu...dan semperna hari ibu ini saya ingin mengucapkan selamat hari ibu kepada semua ibu-ibu khasnya ibu saya Hjh Noorazizah Bte Zainolabidin semoga berada dalam keadaan sihat sejahtera..
Jadi marilah kita bersama merenungkan kata kata ini:-

Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibn Abbas r.a. berkata: "Tiada seorang mukmin mempunyai kedua ibu bapa lalu ia pagi-pagi ia taat dan baik pada keduanya melainkan Allah s.w.t. membukakan untuknya daun pintu syurga, dan tidak mungkin Allah s.w.t. ridho padanya jika salah satu ibu atau bapanya murka kepadanya sehingga mendapat ridho dari keduanya. Ditanya: Meskipun orang tua itu zalim? Jawabnya: Meskipun zalim. Dan didalam hadis marfu' ada tambahan: Dan tiada pagi-pagi ia durhaka (menyakiti hati) orang tuanya melainkan Allah s.w.t. membukakan baginya dua pintu neraka dan jika hanya satu maka satu."

Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Atha' berkata: "Nabi Musa a.s. berdoa: "Ya Tuhan, pesanlah kepadaku." Firman Allah s.w.t.: "Aku wasiat supaya tetap dengan Aku." Nabi Musa a.s. berkata lagi: "Ya Tuhan, pesanlah kepadaku." Firman Allah s.w.t.: "Aku pesan kepadamu, taatlah kepada ibumu." Kemudian berkata Nabi Musa a.s. lagi: "Ya Tuhan, pesanlah kepadaku." Jawab Allah s.w.t.: Aku pesan supaya taat kepada ibumu." Musa a.s. berkata: "Wasiat kepadaku." Allah s.w.t. berfirman: Aku wasiat kepadamu, taatlah kepada ayahmu."

Abdullah bin Umar r.a. berkata: "Seorang datang kepada Nabi Muhammad s.a.w dan berkata: "Saya ingin berjihad (perang fisabilillah)." Nabi Muhammad s.a.w. bertanya: "Apakah kedua ibu bapamu masih hidup?" Jawabnya: "Ya, kedua-duanya." Sabda Rasulullah s.a.w.: "Didalam melayani keduanya harus berjihad."

Hadis ini menunjukkan bahawa taat bakti kepada orang tua itu lebih besar daripada jihad fisabilillah, sebab menyuruh orang itu berbakti kepada orang tua dan berjihad. Kerana itu maka seseorang tidak boleh keluar untuk juhad jika tidak diizinkan oleh kedua orang tuanya selama panggilan jihad itu tidak umum, maka tetap taat kepada orang tua lebih afdhal dari jihad fisabilillah.

INGATLAH AKAN KU BERITAHUKAN KEPADA KAMU DOSA-DOSA YANG PALING BESAR (DIULANG-ULANG HINGGA TIGA KALI) IAITU MENYENKUTUKAN ALLAH DAN MENYAKITI KEDUA IBU BAPA.
(MAKSUD HADIS)
"ADA TIGA MACAM ORANG YANG DIHARAMKAN OLEH ALLAH S.W.T. MASUK SYURGA IAITU: PEMINUM KHAMAR (ARAK), ORANG YANG MENYAKITI KEDUA IBU BAPA, DAN ORANG YANG MENGIZINKAN KELUARGANYA MELACUR."
(MAKSUD HADIS)
"HINDARILAH DIRI KAMU DARIPADA PERBUATAN MENYAKITI KEDUA IBU BAPA. SESUNGGUHNYA BAU SYURGA DAPAT TERCIUM JARAK PERJALANAN SERIBU TAHUN, DAN TIDAK AKAN DAPAT MENCIUMNYA (MEMASUKI SYURGA) ORANG YANG MENYAKITI KEPADA IBU BAPANYA; DAN ORANG YANG MEMUTUSKAN SILATURRAHIM, DAN IBU BAPA YANG BERZINA, DAN ORANG YANG MENURUNKAN KAINNYA (HINGGA TERSERET DI ATAS TANAH) KERANA SOMBONG, KERANA SESUNGGUHNYA SIFAT SOMBONG ITU HANYALAH MILIK ALLAH S.W.T. SAJA."
(MAKSUD HADIS)

Wasalam

Ahad, 3 Mei 2009

Koleksi Hadis Qudsi


Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Aku didatangi Buraq. Lalu aku menunggangnya sampai ke Baitulmakdis. Aku mengikatnya pada pintu mesjid yang biasa digunakan mengikat tunggangan oleh para nabi. Kemudian aku masuk ke mesjid dan mengerjakan salat dua rakaat. Setelah aku keluar, Jibril datang membawa bejana berisi arak dan bejana berisi susu. Aku memilih susu, Jibril berkata: Engkau telah memilih fitrah. Lalu Jibril membawaku naik ke langit. Ketika Jibril minta dibukakan, ada yang bertanya: Siapakah engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa yang bersamamu? Jibril menjawab: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawab Jibril: Ya, ia telah diutus. Lalu dibukakan bagi kami. Aku bertemu dengan Adam. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Kemudian aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapakah engkau? Jawab Jibril: Jibril. Ditanya lagi: Siapakah yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Pintu pun dibuka untuk kami. Aku bertemu dengan Isa bin Maryam as. dan Yahya bin xxxia as. Mereka berdua menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit ketiga. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad saw. jawabnya. Ditanyakan: Dia telah diutus? Dia telah diutus, jawab Jibril. Pintu dibuka untuk kami. Aku bertemu Yusuf as. Ternyata ia telah dikaruniai sebagian keindahan. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keempat. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jibril menjawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jibril menjawab: Dia telah diutus. Kami pun dibukakan. Ternyata di sana ada Nabi Idris as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Allah Taala berfirman Kami mengangkatnya pada tempat (martabat) yang tinggi. Aku dibawa naik ke langit kelima. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Dijawab: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Dijawab: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Di sana aku bertemu Nabi Harun as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keenam. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Di sana ada Nabi Musa as. Dia menyambut dan mendoakanku dengan kebaikan. Jibril membawaku naik ke langit ketujuh. Jibril minta dibukakan. Lalu ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanyakan: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Ternyata di sana aku bertemu Nabi Ibrahim as. sedang menyandarkan punggungnya pada Baitulmakmur. Ternyata setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat masuk ke Baitulmakmur dan tidak kembali lagi ke sana. Kemudian aku dibawa pergi ke Sidratulmuntaha yang dedaunannya seperti kuping-kuping gajah dan buahnya sebesar tempayan. Ketika atas perintah Allah, Sidratulmuntaha diselubungi berbagai macam keindahan, maka suasana menjadi berubah, sehingga tak seorang pun di antara makhluk Allah mampu melukiskan keindahannya. Lalu Allah memberikan wahyu kepadaku. Aku diwajibkan salat lima puluh kali dalam sehari semalam. Tatkala turun dan bertemu Nabi saw. Musa as., ia bertanya: Apa yang telah difardukan Tuhanmu kepada umatmu? Aku menjawab: Salat lima puluh kali. Dia berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan, karena umatmu tidak akan kuat melaksanakannya. Aku pernah mencobanya pada Bani Israel. Aku pun kembali kepada Tuhanku dan berkata: Wahai Tuhanku, berilah keringanan atas umatku. Lalu Allah mengurangi lima salat dariku. Aku kembali kepada Nabi Musa as. dan aku katakan: Allah telah mengurangi lima waktu salat dariku. Dia berkata: Umatmu masih tidak sanggup melaksanakan itu. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi. Tak henti-hentinya aku bolak-balik antara Tuhanku dan Nabi Musa as. sampai Allah berfirman: Hai Muhammad. Sesungguhnya kefarduannya adalah lima waktu salat sehari semalam. Setiap salat mempunyai nilai sepuluh. Dengan demikian, lima salat sama dengan lima puluh salat. Dan barang siapa yang berniat untuk kebaikan, tetapi tidak melaksanakannya, maka dicatat satu kebaikan baginya. Jika ia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya barang siapa yang berniat jahat, tetapi tidak melaksanakannya, maka tidak sesuatu pun dicatat. Kalau ia jadi mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan. Aku turun hingga sampai kepada Nabi Musa as., lalu aku beritahukan padanya. Dia masih saja berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan. Aku menyahut: Aku telah bolak-balik kepada Tuhan, hingga aku merasa malu kepada-Nya.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman (kepada malaikat pencatat amal): Bila hamba-Ku berniat melakukan perbuatan jelek, maka janganlah kalian catat sebagai amalnya. Jika ia telah mengerjakannya, maka catatlah sebagai satu keburukan. Dan bila hamba-Ku berniat melakukan perbuatan baik, lalu tidak jadi melaksanakannya, maka catatlah sebagai satu kebaikan. Jika ia mengamalkannya, maka catatlah kebaikan itu sepuluh kali lipat

Hadis riwayat Zaid bin Khalid Al-Juhaini ra., ia berkata:
Rasulullah saw. melakukan salat bersama kami di Hudaibiyah, sesudah hujan turun semalam. Seusai salat, beliau mendatangi para sahabatnya, lalu bersabda: Tahukah kalian apa yang telah difirmankan Tuhan kalian? Para sahabat menjawab: Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Beliau bersabda: Allah berfirman: Di antara hamba-hamba-Ku ada yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir di pagi ini. Orang yang berkata: Kita diturunkan hujan karena anugerah dan rahmat Allah, maka orang itu beriman kepada-Ku dan mengingkari bintang-bintang. Sebaliknya orang yang berkata: Kita diturunkan hujan oleh bintang ini atau bintang itu, maka orang tersebut kafir terhadap-Ku dan beriman kepada bintang-bintang

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
Dari Rasulullah saw. tentang apa yang diriwayatkan dari Allah Taala bahwa Allah berfirman: Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan dan kejelekan. Kemudian beliau (Rasulullah) menerangkan: Barang siapa yang berniat melakukan kebaikan, tetapi tidak jadi mengerjakannya, maka Allah mencatat niat itu sebagai satu kebaikan penuh di sisi-Nya. Jika ia meniatkan perbuatan baik dan mengerjakannya, maka Allah mencatat di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat hingga kelipatan yang sangat banyak. Kalau ia berniat melakukan perbuatan jelek, tetapi tidak jadi melakukannya, maka Allah mencatat hal itu sebagai satu kebaikan yang sempurna di sisi-Nya. Jika ia meniatkan perbuatan jelek itu, lalu melaksanakannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu kejelekan.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami pada hari kiamat? Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat bulan di malam purnama? Para sahabat menjawab: Tidak, wahai Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat matahari yang tidak tertutup awan? Mereka menjawab: Tidak, wahai Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda: Seperti itulah kalian akan melihat Allah. Barang siapa yang menyembah sesuatu, maka ia mengikuti sembahannya itu. Orang yang menyembah matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, orang yang menyembah berhala mengikuti berhala. Tinggallah umat ini, termasuk di antaranya yang munafik. Kemudian Allah datang kepada mereka dalam bentuk selain bentuk-Nya yang mereka kenal, seraya berfirman: Akulah Tuhan kalian. Mereka (umat ini) berkata: Kami berlindung kepada Allah darimu. Ini adalah tempat kami, sampai Tuhan kami datang kepada kami. Apabila Tuhan datang, kami tentu mengenal-Nya. Lalu Allah Taala datang kepada mereka dalam bentuk-Nya yang telah mereka kenal. Allah berfirman: Akulah Tuhan kalian. Mereka pun berkata: Engkau Tuhan kami. Mereka mengikuti-Nya. Dan Allah membentangkan jembatan di atas neraka Jahanam. Aku (Rasulullah saw.) dan umatkulah yang pertama kali melintas. Pada saat itu, yang berbicara hanyalah para rasul. Doa para rasul saat itu adalah: Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah. Di dalam neraka Jahanam terdapat besi berkait seperti duri Sakdan (nama tumbuhan yang berduri besar di setiap sisinya). Pernahkah kalian melihat Sakdan? Para sahabat menjawab: Ya, wahai Rasulullah. Rasulullah saw. melanjutkan: Besi berkait itu seperti duri Sakdan, tetapi hanya Allah yang tahu seberapa besarnya. Besi berkait itu merenggut manusia dengan amal-amal mereka. Di antara mereka ada orang yang beriman, maka tetaplah amalnya. Dan di antara mereka ada yang dapat melintas, hingga selamat. Setelah Allah selesai memberikan keputusan untuk para hamba dan dengan rahmat-Nya Dia ingin mengeluarkan orang-orang di antara ahli neraka yang Dia kehendaki, maka Dia memerintah para malaikat untuk mengeluarkan orang-orang yang tidak pernah menyekutukan Allah. Itulah orang-orang yang dikehendaki Allah untuk mendapatkan rahmat-Nya, yang mengucap: "Laa ilaaha illallah". Para malaikat mengenali mereka di neraka dengan adanya bekas sujud. Api neraka memakan tubuh anak keturunan Adam, kecuali bekas sujud. Allah melarang neraka memakan bekas sujud. Mereka dikeluarkan dari neraka, dalam keadaan hangus. Lalu mereka disiram dengan air kehidupan, sehingga mereka menjadi tumbuh seperti biji-bijian tumbuh dalam kandungan banjir (lumpur). Kemudian selesailah Allah Taala memberi keputusan di antara para hamba. Tinggal seorang lelaki yang menghadapkan wajahnya ke neraka. Dia adalah ahli surga yang terakhir masuk. Dia berkata: Ya Tuhanku, palingkanlah wajahku dari neraka, anginnya benar-benar menamparku dan nyala apinya membakarku. Dia terus memohon apa yang dibolehkan kepada Allah. Kemudian Allah Taala berfirman: Mungkin, jika Aku mengabulkan permintaanmu, engkau akan meminta yang lain. Orang itu menjawab: Aku tidak akan minta yang lain kepada-Mu. Maka ia pun berjanji kepada Allah. Lalu Allah memalingkan wajahnya dari neraka. Ketika ia telah menghadap dan melihat surga, ia pun diam tertegun, kemudian berkata: Ya Tuhanku, majukanlah aku ke pintu surga. Allah berkata: Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta kepada-Ku selain apa yang sudah Kuberikan, celaka engkau, hai anak-cucu Adam, ternyata engkau tidak menepati janji. Orang itu berkata: Ya Tuhanku! Dia memohon terus kepada Allah, hingga Allah berfirman kepadanya: Mungkin jika Aku memberimu apa yang engkau pinta, engkau akan meminta yang lain lagi. Orang itu berkata: Tidak, demi Keagungan-Mu. Dan ia berjanji lagi kepada Tuhannya. Lalu Allah mendekatkannya ke pintu surga. Setelah ia berdiri di ambang pintu surga, ternyata pintu surga terbuka lebar baginya, sehingga ia dapat melihat dengan jelas keindahan dan kesenangan yang ada di dalamnya. Dia pun diam tertegun. Kemudian berkata: Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke dalam surga. Allah Taala berfirman kepadanya: Bukankah engkau telah berjanji tidak akan meminta selain apa yang telah Aku berikan? Celaka engkau, hai anak cucu Adam, betapa engkau tidak dapat menepati janji! Orang itu berkata: Ya Tuhanku, aku tidak ingin menjadi makhluk-Mu yang paling malang. Dia terus memohon kepada Allah, sehingga membuat Allah Taala tertawa (rida). Ketika Allah Taala tertawa Dia berfirman: Masuklah engkau ke surga. Setelah orang itu masuk surga, Allah berfirman kepadanya: Inginkanlah sesuatu! Orang itu meminta kepada Tuhannya, sampai Allah mengingatkannya tentang ini dan itu. Ketika telah habis keinginan-keinginannya, Allah Taala berfirman: Itu semua untukmu, begitu pula yang semisalnya.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku mencintai si polan maka cintailah dia! Jibril pun mencintainya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah mencintai si polan, maka cintailah dia! Para penghuni langitpun mencintainya. Kemudian dia pun diterima di bumi. Dan apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku membenci si polan, maka bencilah pula dia! Jibril pun membencinya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah membenci si polan, maka bencilah kepadanya. Para penghuni langit pun membencinya. Kemudian kebencianpun merambat ke bumi.

Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
Bahwa kaum muslimin pada masa Rasulullah saw. bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami di hari kiamat? Rasulullah saw. bersabda: Ya! Kemudian beliau melanjutkan: Apakah kalian terhalang melihat matahari di siang hari yang cerah, yang tidak ada awan sedikit pun? Apakah kalian terhalang melihat bulan pada malam purnama yang cerah tanpa awan sedikit pun? Kaum muslimin menjawab: Tidak, wahai Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda: Kalian tidak akan terhalang melihat Allah Taala pada hari kiamat, sebagaimana kalian tidak terhalang melihat salah satu dari matahari dan bulan. Ketika hari kiamat terjadi, ada penyeru yang mengumumkan: Setiap umat hendaklah mengikuti apa yang dahulu disembah. Maka tidak tersisa orang-orang yang dahulu menyembah selain Allah yakni berhala, kecuali mereka berjatuhan ke dalam neraka. Hingga yang tinggal hanya orang-orang yang menyembah Allah ada yang baik dan ada yang jahat serta sisa-sisa Ahli Kitab, maka dipanggillah orang-orang Yahudi. Mereka ditanya: Apa yang dahulu kalian sembah? Mereka menjawab: Kami menyembah Uzair anak Allah. Dikatakan: Kalian salah! Allah tidak menjadikan seorang pun sebagai sahabat atau anak. Lalu apa yang kalian inginkan? Mereka menjawab: Kami haus, ya Tuhan kami berilah kami minum. Lalu ditunjukkan pada mereka: Kenapa kalian tidak datang ke sana? Mereka digiring ke neraka, seolah-olah neraka itu fatamorgana yang saling menghancurkan. Mereka pun berjatuhan ke dalam neraka. Kemudian orang-orang Kristen dipanggil. Mereka ditanya: Apa yang dahulu kalian sembah? Mereka menjawab: Kami menyembah Isa Almasih anak Allah. Dikatakan kepada mereka: Kalian salah! Allah tidak menjadikan seorang pun sebagai sahabat atau anak. Apa yang kalian inginkan? Mereka menjawab: Kami haus ya Tuhan, berilah kami minum. Lalu ditunjukkan pada mereka: Kenapa kalian tidak datang ke sana? Mereka digiring ke neraka Jahanam, seolah-olah neraka itu fatamorgana yang saling menghancurkan. Mereka pun berguguran ke dalam neraka. Ketika yang tinggal hanya orang-orang yang dahulu menyembah Allah Taala (yang baik dan yang jahat), maka Allah datang kepada mereka dalam bentuk yang lebih rendah daripada bentuk yang mereka ketahui. Dia berfirman: Apa yang kalian tunggu? Setiap umat mengikuti apa yang dahulu disembah. Mereka mengucapkan: Ya Tuhan kami, di dunia kami memisahkan diri dari orang-orang yang sebenarnya sangat kami xkan (untuk membantu kehidupan di dunia) dan kami tidak mau berkawan dengan mereka (karena menyimpang dari jalan yang digariskan oleh agama). Allah berfirman: Akulah Tuhan kalian! Mereka mengucap: Kami mohon perlindungan kepada Allah darimu. Kami tidak akan menyekutukan Allah dengan apapun (ini diucapkan dua atau tiga kali), sampai sebagian mereka hampir-hampir berubah (berbalik dari kebenaran, karena cobaan berat yang berlaku saat itu). Allah berfirman: Apakah antara kalian dan Dia ada tanda-tanda, sehingga dengan demikian kalian dapat mengenal-Nya? Mereka menjawab: Ya, ada. Lalu disingkapkanlah keadaan yang mengerikan itu. Setiap orang yang hendak bersujud kepada Allah dengan keinginan sendiri, pasti mendapat izin Allah. Sedangkan orang yang akan bersujud karena takut atau pamer, tentu Allah menjadikan punggungnya menyatu (sehingga tidak dapat sujud). Setiap kali hendak sujud, ia terjungkal pada tengkuknya. Kemudian mereka mengangkat kepala mereka, sementara itu Allah telah berganti rupa dalam bentuk yang mereka lihat pertama kali. Allah berfirman: Akulah Tuhan kalian. Mereka menyahut: Engkau Tuhan kami. Kemudian suatu jembatan dibentangkan di atas neraka Jahanam dan syafaat diperbolehkan. Mereka berkata: Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah. Ada yang bertanya: Ya Rasulullah, apakah jembatan itu? Rasulullah saw. bersabda: Tempat berpijak yang licin (menggelincirkan). Padanya terdapat besi berkait dan besi berduri. Di Najed ada tumbuhan berduri yang disebut Sakdan. Seperti itulah besi-besi berkaitnya. Orang-orang mukmin melewati jembatan tersebut ada yang secepat kejapan mata, ada yang seperti kilat, seperti angin, seperti burung, seperti kuda atau unta yang kencang larinya. Mereka terbagi menjadi tiga kelompok, golongan selamat sama sekali, golongan yang terkoyak-koyak tapi dapat bebas dan golongan yang terjerumus ke dalam neraka Jahanam. Pada saat orang-orang mukmin telah terbebas dari neraka, maka demi Zat yang menguasai diriku, tidak ada orang yang sangat menaruh perhatian dalam meraih kebenaran, melebihi orang-orang mukmin yang mencari kebenaran kepada Allah demi kepentingan saudara-saudara mereka yang masih berada di neraka. Mereka berkata: Wahai Tuhan kami, mereka dahulu berpuasa bersama kami, salat dan beribadah haji. Lalu difirmankan kepada mereka: Keluarkanlah orang-orang yang kalian kenal. Maka wajah mereka diharamkan atas neraka. Mereka mengeluarkan banyak orang dari neraka. Ada yang sudah terbakar hingga separuh betisnya dan ada yang sudah sampai ke lututnya. Orang-orang mukmin itu berkata: Ya Tuhan kami, di dalam neraka tidak ada lagi seorang pun yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan. Allah berfirman: Kembalilah (lihatlah kembali)! Barang siapa yang kalian temukan di hatinya ada kebaikan meski hanya seberat dinar. Keluarkanlah. Kemudian mereka dapat mengeluarkan banyak orang. Lalu mereka berkata: Ya Tuhan kami! Kami tidak tahu apakah di neraka masih ada orang yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan. Allah berfirman: Kembalilah (lihatlah kembali)! Barang siapa yang kalian temukan di hatinya ada kebaikan maski hanya seberat setengah dinar, keluarkanlah. Mereka dapat mengeluarkan lagi banyak orang. Setelah itu mereka berkata: Ya Tuhan kami! Kami tidak tahu, apakah di sana masih ada seseorang yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan. Allah berfirman: Kembalilah (lihatlah kembali)! Barang siapa yang kalian temukan di dalam hatinya terdapat kebaikan meski hanya seberat atom, keluarkanlah. Lagi-lagi mereka dapat mengeluarkan banyak orang. Kemudian mereka berkata: Ya Tuhan kami. Kami tidak tahu apakah di sana masih ada pemilik kebaikan. Abu Said Al-Khudri berkata: Jika kalian tidak mempercayaiku mengenai hadis ini, maka bacalah firman Allah: Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar atom. Dan jika ada kebaikan sebesar atom, niscaya Allah akan melipat-gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. Allah Taala berfirman: Para malaikat telah memohon syafaat, para nabi telah memohon syafaat dan orang-orang mukmin juga telah memohon syafaat. Yang tinggal hanyalah Zat yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang. Lalu Allah mengambil dari neraka dan mengeluarkan dari sana sekelompok orang yang sama sekali tidak pernah beramal baik. (Saat itu) mereka telah menjadi arang hitam. Mereka dilempar ke sebuah sungai dekat mulut surga, yang disebut Sungai Kehidupan. Kemudian mereka keluar seperti tumbuhan kecil keluar dari lumpur banjir. Bukankah kalian sering melihat tumbuhan kecil di sela-sela batu atau pohon, di mana bagian yang terkena sinar matahari akan berwarna sedikit kuning dan hijau, sedangkan yang berada di keteduhan menjadi putih? Para sahabat menyela: Seolah-olah baginda dahulu pernah menggembala di dusun. Rasulullah saw. meneruskan: Lalu mereka keluar bagaikan mutiara. Di leher mereka ada kalung, sehingga para ahli surga dapat mengenali mereka. Mereka adalah orang-orang yang dibebaskan Allah, yang dimasukkan oleh Allah ke dalam surga, tanpa amal yang mereka kerjakan dan tanpa kebaikan yang mereka lakukan. Kemudian Allah berfirman: Masuklah kalian ke dalam surga. Apapun yang kalian lihat, itu adalah untuk kalian. Mereka berkata: Ya Tuhan kami, Engkau telah memberi kami pemberian yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang pun di antara orang-orang di seluruh alam. Allah berfirman: Di sisiku ada pemberian untuk kalian yang lebih baik daripada pemberian ini. Mereka berkata: Ya Tuhan kami, apa lagi yang lebih baik daripada pemberian ini? Allah berfirman: Rida-Ku, sehingga Aku tidak akan murka kepada kalian sesudah itu, selamanya

Sabtu, 2 Mei 2009

Kunci Rezeki


Sesungguhnya segala puji bagi Allah. Kita memuji, memohon pertolongan dan meminta ampunanNya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan dan keburukan amal perbuatan kita. Siapa yang ditunjuki Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada yang dapat menunjukinya. Aku bersaksi bahawa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. semoga shalawat, salam dan
keberkahan dilimpahkan kepada beliau, keluarga, sahabat dan segenap orang yang mengikutinya.
Di antara hal yang menyibukkan kebanyakan umat Islam adalah mencari rizeki. Dan menurut pengamatan, sejumlah umat Islam memandang bahwa berpegang dengan Islam akan mengurangi rizeki mereka. Tidak hanya sebatas itu, bahkan lebih parah dan menyedihkan lagi bahwa ada sejumlah orang yang masih mau menjaga sebagian kewajiban syari'at Islam tetapi mereka mengira bahawa jika ingin mendapatkan kemudahan dalam mencari wang dibidang politik dan melalui kekuasaan.Mereka itu lupa atau pura-pura lupa bahwa Sang Khaliq tidaklah mensyariatkan agamaNya hanya sebagai petunjuk
bagi umat manusia dalam perkara-perkara akhirat dan kebahagiaan mereka di sana saja. Tetapi Allah mensyariatkan agama ini juga untuk menunjuki manusia dalam urusan kehidupan dan kebahagiaan mereka di dunia. Bahkan do'a yang sering dipanjatkan Nabi kita , kekasih Allah S.W.T, yang dijadikanNya sebagai teladan bagi umat manusia adalah:
"Wahai Tuhan kami, kurniakanlah kepada kami kebaikkan di dunia dan di akhirat, dan perliharakanlah kami dari siksa api Neraka."

Allah dan RasulNya yang mulia tidak meninggalkan umat Islam tanpa petunjuk dalam kegelapan, berada dalam keraguan dalam usahanya mencari penghidupan. Tetapi sebaliknya, sebab-sebab rezki itu telah diatur dan dijelaskan. Seandainya umat ini mau memahaminya, menyadarinya, berpegang teguh dengannya serta menggunakan sebab-sebab itu dengan baik, niscaya Allah Yang Maha Pemberi Rezeki dan memiliki kekuatan akan memudahkannya untuk mecari rezeki dari segenap arah, serta akan dibukakan untuknya keberkahan dari langit dan bumi.

'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu', sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu
dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai'." (Nuh: 10-12).


"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allah lah yang akan memberi rezekinya." (QS Huud [11]: 6)

Ayat di atas menunjukkan salah satu janji Allah SWT, sekecil apa pun makhluk hidup yang berada di muka bumi ini, Allah SWT akan memberikan rezekinya. Apalagi terhadap manusia yang merupakan makhluk termulia di antara makhluk yang lainnya. Malah, binatang melata dan segala macam yang berada di muka bumi ini, sengaja diciptakan-Nya untuk kepentingan manusia.
Dengan kata lain, segala macam yang ada di muka bumi ini merupakan pintu rezeki. Manusia hanya tinggal mencari kunci pintu-pintu tersebut. Selain tentunya dengan ilmu dan usaha, Allah SWT juga memberikan kunci-kunci khusus untuk memperlancar membukanya.

Paling kurang terdapat 10 Pembuka Kunci yang perlu di lakukan secara serius oleh setiap individu Mu’min yang berdasarkan panduan Al-Qur’an dan al-hadith iaitu:-

1. Istighfar dan Taubat

i. Hendaklah dia menahan dari melakukan maksiat (tidak lagi mengulanginya lagi).

ii. Hendaklah dia menyesal terhadap ketelanjurannya.

iii. Hendaklah dia bercita-cita untuk tidak mengulanginya lagi.

iv. Hendaklah dia melepaskan hak tuannya. Hendaklah memulangkan semula harta kepada tuannya atau meminta maaf atau meminta kemaafannya.

Tanpa salah satu ciri-ciri ini, menurut para ulama’, maka taubatnya adalah tidak sah.

2. Taqwa.

Memelihara diri dari perkara yang mencetuskan dosa; dan yang demikian di peroleh dengan meninggalkan perkara yang haram. Manakala ketaqwaan itu dapat disempurnakan dengan meninggalkan sebahagian perkara yang harus (mubaah).”

3. Berserah kepada Allah.

Berserah itu tidaklah bermaksud meninggalkan usaha (bekerja keras); dan sungguhnya seseorang Islam perlu bekerja keras, bersungguh dan berusaha mencari sumber pendapatan. Akan tetapi janganlah pula berpegang kepada kerja keras, kesungguhan dan usaha semata-mata (tanpa memohon kepada Allah); malah hendaklah beri’tiqad (mempercayai) bahawa semua perkara itu adalah kepunyaan Allah; dan sesungguhnya segala rezeki itu adalah daripada Allah, Tuhan Yang Maha Tunggal sahaja (tiada lah tuhan yang lain selain Allah).
"Seandainya kalian mau bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, pasti Allah akan memberikan rezeki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rezeki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.""

4. Bertumpu Ibadah kepada Allah.

Maksudnya bukanlah dengan cara meninggalkan usaha kehidupan dan duduk dalam masjid sewaktu malam dan siang, tetapi apa yang di kehendaki adalah menghadirkan hati dan tubuh di kala beribadah, terasa kusyu’ dan tunduk kepada Allah Yang Maha Tunggal, merasakan Kebesaran Allah Ta’aala dan merasakan bahawa dirinya sedang bermunajat dengan Tuhan maha Agung lagi Maha Berkuasa.

5. Susul-menyusul antara Haji dan Umrah.

Maksudnya hendaklah menjadikan salah satu antara keduanya ikut-mengikutkan, iaitu apabila kamu telah berhaji, maka hendaklah diikuti dengan umrah; dan apabila kamu telah ber‘umrah, maka hendaklah kamu berhaji; kerana keduanya saling ikut-mengikutkan (jika mampu).”

6. Menghubungi Keluarga

Kata silaturrohim (menghubungi keluarga) adalah menggambarkan berlaku baik kepada keluarga atau kerabat yang mempunyai pertalian keturunan dan sebab hubungan perkahwinan; juga menggambarkan hendaknya bersifat lemah-lembut dan bersimpati kepada mereka dan mengawasi keadaan-keadaan mereka.
"Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu, engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturahim itu akan menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta, dan memperpanjang umur." (HR Ahmad).

7. Berbelanja Di Jalan Allah

Maksud berbelanja (disini) ialah : Berbelanja yang digalakkan dalam Agama seperti berbelanja kepada orang fakir dan berbelanja di jalan Allah untuk menolong Agama (Islam).

8. Berbelanja Kepada Penuntut Ilmu Islam.

Berbelanja kepada penuntut atau orang-orang yang menumpukan masanya untuk mencari ilmu Agama Islam (Syara’)
"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (QS Saba`[34]: 39).

9. Membantu Orang Yang Lemah (Miskin).

Mencari keridhaan Allah dan Rasulnya dengan membantu dan menolong orang- orang fakir (iaitu amat miskin atau orang yang memperoleh pendapatan yang serba tidak mencukupi). Allah akan menolong bagi sesiapa yang berbuat demikian bagi menentang musuh-musuhnya (di kalangan orang-orang Kaafir) dan juga merezekikannya (sehingga mereka menjadi kaya).
"Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rezeki melainkan karena orang-orang lemah di antara kalian." (HR Bukhari).

10. Berhijrah Dijalan Allah.

Maksud hijrah sebagaimana kata Al-Imaam ar-Raaghib Al-Ashfahaani r.a. ialah “jalan keluar dari Negara kufur (syirik) ke Negara beriman (tauhid), sebagaimana perlakuan penghijrah dari kota Mekah ke kota Madinah.’Hijrah itu wajib – sebagaimana kata as-sayyid Muhammad Rasyiid Ridha: “Dimana kewujudan berhijrah di jalan Allah Ta’aala bagi menegakkan AgamaNya sebagaimana yang diwajib dan dikasihi Allah Ta’aala, di mana orang-orang Mu’min di kehendaki menolong orang-orang yang dizalimi orang-orang Kaafir.”

Wasalam...

Khamis, 30 April 2009



Cintaku Hanya MilikMu


Bukan mudah Ya ALLAH…
Berdiri di tangga kemewahan, kenikmatan dan kesenangan
Keindahan dunia ini menganggu ku
Kemanisan hubbu dunya ini mencarik-carik imanku
Dimanakah aku tanpa kecintaan padaMU

Aku runsing Ya ALLAH
Aku berlari ke sana dan ke sini
Aku mencari dan terus mencari
Dimanakah ku tagih cinta Ilahi
Bagaimana harus ku bayar nikmat yang Kau beri
Sedang aku tidak diuji
Maka saat aku tidak diuji, adalah ujian yang terbesar sekali
Andai bisa aku berbicara denganMU
Dan ku harap Kau mendengar pengaduanku
Sungguh aku bukan bercakap kosong
Inilah keluhan hatiku
Yang merindu cinta MU, yang mengharap keredhaan MU….

Ampuni aku Ya ALLAH
Aku lemah lagi tak bermaya
Melawan sesuatu yang digelar fana dunia
Aku tak mampu Ya ALLAH,
Belenggu ini menghimpit ku…
Belenggu ini menghiburkan hatiku
Sehingga aku senang denganya
Sehingga aku takut kehilanganya
Sedang cintaMU itu sangat luar biasa…
Sedang cintaMU itu lebih dari segala-galanya…

Sungguh aku tak layak Ya ALLAH menghampiri syurgaMU
Dan pasti menggeletarlah seluruh tubuhku mendengarkan api nerakaMU
Lalu ke manakah langkahku
Selayaknya dimanakah tempatku
Atas redhaMU ya Rabbi..
aku hanya menuruti
Andai aku diseksa, kan aku patuhi
Asalkan Kau meredhai hidupku ini

Terima Kasih Ya ALLAH kerana sudi menyayangi diri ini
Terima Kasih Ya ALLAH kerana sering mendengar pengharapan serta pengaduanku
Terima Kasih Ya ALLAH kerana sering bersama-sama denganku,
tak kira apa keadaan imanku
Sesungguhnya Ya ALLAH,
cinta ku hanya milikMU…

www.iLuvislam.com

Sabtu, 25 April 2009

Mengharap keredhaan Allah



Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam semesta, Selawat dan Salam kepada penghulunya orang-orang yang zuhud dan imamnya para ahli ibadah. Amma ba’du :Sesungguhnya dunia adalah negeri persinggahan bukan negeri untuk menetap, dunia adalah tempat yang penuh dengan duka cita bukan tempat tinggal untuk bersuka ria. Maka sepatutnya bagi seorang mukmin menjadikan dunia sebagai sebahgian perjalanan,mempersiapkan bekal dan hartanya untuk menuju ke perjalanan yang pasti.
“Sesungguhnya dunia adalah jalan menuju Surga dan Neraka.Malamnya adalah tempat perniagaan manusia dan hari-harinya adalah pasar.”

“Ketahuilah, bahawa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbanggabangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keredhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. (Al-Hadid 57 : 20)

Tidak keterlaluan jika dinyatakan duit adalah alat yang berkuasa di muka bumi ini. Kekuasaannya mampu memberikan suatu kebaikan kepada manusia raya; juga mampu membinasakannya. Suatu ikatan mampu dibina daripadanya, ikatan itu juga bisa dileraikan oleh ´kekuasaannya´. Mahu tidak mahu hidup ini sangat-sangat bergantung kepadanya bagi melangsungkan kehidupan seharian.
Persoalannya, adakah semangat untuk mencari wang ringgit yang ada pada diri kita, dimana disetiap detik hayat kita seharusnya kita bersungguh-sungguh dan berusaha untuk mencari keredaan Allah didalam segala kemampuan kita ? Seorang jurutera akan melipat-gandakan usaha didalam bidang dan kemahirannya, semata2 untuk mencari keredhaan Allah. Seorang doktor pun begitu juga, memerah otak dan segala jiwa raga didalam bidangnya didalam rangka mencari keredaan Allah. Begitu juga seorang pentadbir, seorang peguam, seorang petani, seorang guru, seorang peniaga, seorang ustaz, seorang pemimpin, seorang saintis dan sebagainya, kesemuanya, berusaha bersungguh-sungguh dengan penuh semangat untuk mencari keredaan Allah. Tidak adalah yang seperti ular sawa kenyang yang tak menghiraukan apa-apa sehingga perutnya kosong semula..

"Wahai orang-orang yang beriman, kalau kamu menolong (agama) Allah nescaya Allah menolong kamu (untuk mencapai kemenangan) dan meneguhkan tapak pendirian kamu."
(Surah Muhammad – 7)


Keikhlasan adalah tunjang untuk mendapatkan keredhaan Allah. Tanpa keikhlasan, kita akan disibukkan dengan urusan menyelesai masalah dalaman dan membuang waktu dan tenaga yang seharusnya disalurkan dan hasilnya mungkin tidak elok.
Islam tidak pernah melarang umatnya daripada mencari harta dunia mahupun kuasa tetapi apa yang menjadi larangannya adalah harta dan kuasa yang disalahgunakan sehinggakan maksud sebenarnya menyimpang jauh daripada maksud sebenar. Persoalan penting yang perlu dititik-beratkan adalah bagaimana cara kita mencarinya dan dijalan mana kita membelanjakan dan mengarahkannya.Kesungguhan dan keikhlasan akan membuka banyak ruang untuk kita bekerja dan berusaha didalam rangka mencari
keredhaan Allah. Tanpa dua sifat ini, bermacam2 dalih dan alasan yang akan kita beri.
Menurut hadis riwayat Imam Ahmad, Rasulullah s.a.w telah mengingatkan para sahabat dan juga kaum muslimin bahawa antara empat soalan yang akan ditanyakan di Padang Mahsyar ialah perihal harta dari sumber mana ia diperoleh dan ke jalan mana ia dibelanjakan.Bersifat murah hati menderma dengan mengeluarkan harta atau sedekah, tidak kedekut juga salah satu jalan bagaimana untuk mencari keredaan dariNya. Firman Allah s.a.w bermaksud:
“Dan belanjalah (harta benda mu) di jalan Allah dan janganlah kamu men jatuhkan diri sendiri ke dalam kebinasaan dan berbuat baiklah kerana sesungguhnya Allah menyukai orang yang berbuat baik.”
(Surah Al Baqarah: Ayat 195)


Apa yang dapat kita tafsirkan setiap apa yang Allah perintahkan dan meninggalkan perkara yang mungkar pasti akan mendatangkan keredhaan dariNya... Wasalam

Khamis, 23 April 2009

Kewajiban Menutup Aurat


Bismillahirohmanirohim........Alhamdullillah pada hari ini saya ingin menyentuh berkenaan aurat..Sebenarnya aurat ini bukan saya ditekankan kepada wanita malahan lelaki uga perlu membataskan aurat mereka daripada tatapan umum.Berkenaan Aurat ini juga Wanita amat dipertekankan oleh Allah Taala supaya menutup aurat.Hukum aurat perempuan secara jelasnya telah dinyatakan oleh Allah Taala dalam Al-Qur'an sebagai satu perintah dan kewajipan yang harus dilaksanakan oleh hambaNya yang mukmin mengikut keadaan dan situasi yang tertentu. Adalah menjadi satu kemestian bagi setiap wanita akur dengan perintah Allah untuk memakai menutup kepala mereka dan jika perlu termasuk juga mukanya tanpa banyak soal dan tanpa sebarang alasan.

Batasan aurat wanita
Aurat wanita adalah seluruh anggota tubuhnya kecuali wajah dan dua telapak tangannya. Leher dan rambutnya adalah aurat di hadapan lelaki ajnabi (bukan mahram) walaupun sehelai. Pendek kata, dari hujung rambut sampai hujung kaki kecuali wajah dan dua telapak tangan adalah aurat yang wajib ditutup. Hal ini berlandaskan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya.” [TMQ An-Nur (24):31].

Yang di maksud “wa laa yubdiina ziinatahunnaa” (janganlah mereka menampakkan perhiasannya), adalah "wa laa yubdiina mahalla ziinatahinnaa", maksudnya janganlah mereka menampakkan tempat-tempat (anggota tubuh) yang di situ dikenakan perhiasan. [Lihat Abu Bakar Al-Jashshash, Ahkamul Qur`an, Juz III hal.316].
“Wahai Nabi, katakan kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka.”(Surah Al-Ahzab ayat 59)

Ummu ‘Athiyah pernah berkata: Rasullullah saw memerintahkan kami – baik ia budak wanita, wanita haid, ataupun wanita perawan – agar keluar(menuju lapangan) pada Hari Raya Aidilfitri dan Aidiladha. Bagi para wanita yang sedang haid diperintahkan untuk menjauhi dari tempat solat, namun tetap menyaksikan kebaikan dan seruan atas kaum muslim. Aku lantas berkata, “Ya Rasulullah, salah seorang diantara kami tidak memiliki jilbab.” Rasulullah pun menjawab, “Hendaklah saudaranya meminjamkan jilbabnya kepadanya.”

Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka atau saudara-saudara mereka atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam atau hamba-hamba mereka atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya. (Surah An Nur: ayat 31)

Allah SWT berfirman :

" Wahai anak Adam, telah kami turunkan buat kamu pakaian yang boleh menutup aurat-aurat kamu dan untuk perhiasan" ( Al-A'raf : 26)

Dalil lain yang menunjukkan seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan dua telapak tangan ialah sabda Rasulullah kepada Asma’ binti Abu Bakar,

“Wahai Asma’ sesungguhnya seorang wanita itu apabila telah baligh (haidh) maka tidak boleh baginya menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, seraya menunjukkan wajah dan telapak tangannya.” [HR Abu Dawud]

Ada juga segelintir kita mungkin pernah bertemu dengan beberapa manusia mendedahkan bahawa banyaknya kefahaman Islam yang kurang jelas di mata mereka. Contohnya, pernah ditanyakan “Kenapa ramai yang tidak bertudung (wanita) dan baju singkat?”. Persoalan ini sering diajukan dan kita tak nafikan ada juga kalangan wanita yang juga berkata, “Orang perempuan yang bertudung tak semestinya baik dan kadangkala wanita yang tak bertudung lebih baik dari yang bertudung?”.
Hal ini bukanlah mengenai tudung. Ada wanita mengenakan tudung tapi bentuk badannya masih kelihatan bahkan ada yang menampakkan bayang aurat mereka di khalayak ramai. Kaum lelaki yang mengambil kesempatan ‘mencuci mata’ pula berkata ini peluang dan hak individu kegunaan mata dan niatnya. Maka pemahaman menutup aurat itu bukan hanya merangkumi pemakaian tudung malah ia lebih dari itu dan bersangkutan iman seseorang.

Rasulullah saw juga bersabda:
“Aku telah melihat di dalam neraka, aku melihat kebanyakan penghuninya wanita. Sebabnya mereka sedikit yang patuh pada Islam dan Rasulnya, kurang taat kepada suaminya dan kuat bersolek.”
Daripada dalil-dalil di atas jelaslah bahawa bersolek untuk tujuan mempamerkan kecantikan di hadapan bukan mahram adalah dilarang. Bagi seorang isteri hanya boleh bersolek untuk suaminya dan tidak boleh mempamerkan kecantikannya kepada lelaki yang bukan mahramnya.
Apa yang dapat kita simpulkan dari sini jelas, menunjukkan salah satu fungsi tutupan aurat juga adalah sebagai syiar diri sebagai penganut Islam. Firman Allah : Barangsiapa yang membesarkan syiar Allah maka ia adalah dari tanda ketaqwaan hati.
Aurat itu perlu dijaga antara lelaki dan wanita malah aurat itu juga sebenarnya perlu juga dijaga sewaktu bergaul dengan kaum sejantina. Iaitu adanya batasan aurat antara lelaki dengan lelaki dan wanita dengan wanita. Hatta dengan budak kecil juga diterangkan dalam Islam. Pengajaran dalam Islam mementingkan aspek ‘Saqayah khairun min al ‘ilaj‘ iaitu pencegahan lebih baik daripada merawat. Ia juga berkait rapat dengan aspek psikologi fikiran manusia yang terkadang tidak terkawal oleh manusia itu sendiri. Bila-bila sahaja psikologi emosi manusia akan memusnahkan manusia tanpa dipimpin oleh wahyu Allah.

Rabu, 22 April 2009

KeiIkhlasan Berdoa


Doa2 mustajab

1.Setiap selesai shalat fardhu

2.Tengah malam, sepertiga malam dan waktu sahur

3.Di tempat yang sepi

4.Ketika dalam musafir

5.Ketika turun hujan

6.Ketika sujud yang terakhir

7.Ketika terkena terkena musibah

8. Ketika dalam peperangan

9. Doa di arafah, di muzdalifah, di mina

10.Doa bapak kepada anaknya

11.Di samping jumrah aqabah ( ketiga )

12.Doa waktu pagi (sebelum naik matahari )

13.Doa waktu sore ( sesudah ashar )

14.Di dalam masjid, ketika melihat ka’bah & dalam ka’bah

15.Doa pada malam & siang hari jumaat

16.Doa diantara kedua khutbah jumaat

17.Ketika berbuka puasa

18.Doa orang sakit

19.Doa pada malam lailatul qadar

20.Doa sesudah berwudhu

21.Doa di tanah suci mekkah & madinah

22.Doa setelah adzan dan iqamah

23.Di multazam/pintu ka’bah

24.Sesudah membaca surah Al Fatihah

25.Di majilis ta’lim (majlis dzikir)

26.Di samping maqam Nabi Ibrahim

27.Ketika khatam Al-Quran ( 30 Juz )

28.Doa seorang raja yang adil

29.Doa seorang anak yang taat kepada ayahnya

30.Ketika minum air zam-zam

31.Ketika I’tidal yang akhir

32.Ketika sedang thawaf

33.Ketika diatas bukit shafa & marwah

34.Doa orang shalih/ulama

35.Di raudlah/samping maqam Rasullullah SAW

36.Doa yang ikhlas dari seseorang kepada orang lain

37. Doa orang miskin/anak yatim

38.Doa orang banyak

39.Di sisi sumur zam-zam

40.Ketika mendengar ayam berkokok

41.Doa orang yang berpuasa

42.Di Hijir Ismail.

43.Doa seorang Muslim yang tidak berbuat zalim
dan tidak memutuskan hubungan silaturrahim.

44.Orang yang terdesak.

45.Orang yang kena zalim atau dizalimi


“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah s.a.w.), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

(QS. Ali 'Imraan, 3:31)


Doa Buat Wanita


اللّهُمَّ اِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اني آمَنْتُ بِكَ وَبِرَسُولِكَ وَأَحْصَنْتُ فرجي إِلاَّ على زوجي فَلاَ تُسَلِّطْ عَلَىَّ الْكَافِرَ

ALLAHUMMA IN KUNTA TA'LAMU INNI AAMANTU BIKA, WA BIRASULIKA WA AHSONTU FARJI ILLA 'ALA ZAWJI FALA TUSALLIT 'ALAYYA AL-KAFIR WA AZ-ZALI

Ertinya: Ya Allah,jika engkau mengetahui bahawa aku beriman kepada Mu dan Rasul Mu, dan aku menjaga kehormatanku hanya untuk suamiku, maka lindungilah aku daripada dikuasai oleh orang-orang kafir dan zalim" (Riwayat al-Bukhari, no 2104, 2/722; Sunan al-Baihaqi, 5/97; Musnad Ahmad, 2/403; Fath al-Bari,6/393; Umdat Al-Qari, 12/30; Sohih) moga dpt diamalkan oleh semua Muslimah, cuma jangan lupa, jangalah diri anda sebaik-baiknya menurut tuntutan syari’at dengan sempurna.

Kisah Benar
Message: Kisah benar dari US . Banyak kisah-kisahaneh yang menakjubkan sebegini telah berlaku. Moga kita boleh ambil iktibar.

Seorang wanita muslim dari Malaysia yang bekerja di US, memakai tudung dan memiliki akhlak yang bagus. Suatu malam
perempuan ini dalam perjalanan balik kerumah dari tempat kerjanya. Kebetulandia mengambil jalan singkat untuk pulang. Jalan yang diambil pula agak tersorok dan tidak banyak orang yanglalu lalang pada masa itu. Maklum hari sudah lewat malam. Berjalan di jalan yang agak gelap sebegitu membuatkan dia agak gelisah dan rasa takut berjalan berseorangan.

Tiba-tiba dia nampak ada seorang lelaki (kulit putih Amerika) bersandar di dinding di tepi lorong itu. Dia mula rasa takut dan tak sedap hati. Apa yang saudari kita ni boleh buat adalah berdoa ke hadrat Allah memohon keselamatan atas dirinya. Dia baca ayat Kursi dengan penuh pengharapan agar Allah membantu dia disaat itu.Masa dia melepasi lelaki yang bersandar
itu, dia sempat menoleh dan dapat mengecam muka lelaki itu. Nasib baik lelaki itu buat tidak endah dan perempuan ini selamat sampai ke rumahnya.

Keesokkan paginya, saudari ini terbaca dalam akhbar yang seorang perempuan telah dirogol oleh seorang lelaki yang tidak dikenali dekat lorong yang dia jalan semalam hanya 10 minit selepas dia melintasi lorong tersebut.Muslimah ini yakin benar lelaki kulit putih yang dia lihat semalam adalah perogol itu. Atas rasa tanggungjawab dia terus ke balai polis dan buat aduan. Wanita ni dapat mengenalpasti suspek melalui kawad cam dan selepas siasatan dilakukan, polis dapat bukti bahawa lelaki tersebut adalah perogol yang dicari.

Tapi perempuan Muslim ini hairan juga kenapa lelaki tadi tak jadikan dia mangsa ketika dia melalui lorong tersebut walhal dia keseorangan di masa tu, tetapi lelaki tadi rogol perempuan yang lalu selepas dia. Muslimah ini nak tahu sangat sebabnya. Jadi dia minta kebenaran polis untuk bercakap dengan perogol tadi sebelum hukuman dijatuhkan (sebelum lelaki tadi di bawa ke tempat lain).

Dia pun tanya perogol itu "Why don't you do anything to me on that night even though you know that I'm alone?" Perogol
tu jawab: "No, you are not alone. That night I saw two young man walking with you. One on your right side and the other one was by your left side. If you were alone of course you will be my victim."

Saudari ni rasa amat terkejut bila dengar penjelasan perogol tu. Dia bersyukur ke hadrat Allah kerana memelihara dia malam itu, mungkin juga berkat ayat Kursi yang dia baca malam itu.

Petikkan Cerita dari http://asiah87.blogspot.com/

Selasa, 21 April 2009

Negara Islam Sebenar


Segala puji hanyalah milik Allah yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan
menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. Saya bersaksi bahwa tiada sembahan yang haq untuk
disembah melainkan hanyalah Allah semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun.
Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. Beliau bersabda :

يسروا لا تعسروا، وبشروا ولا تنفروا
”Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah khabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran).”


Ya Allah tunjukilah diriku, tunjukkan (kebenaran) untukku dan tunjukilah daku. Ya Allah sucikanlah hatiku dari rasa dengki dan luruskan lisanku dalam menyampaikan kebenaran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyesatkan (orang lain) dan disesatkan, dari menggelincirkan(orang lain) dan digelincirkan, atau menzhalimi dan dizhalimi,atau membodohi dan dibodohi.

”Dan tidaklah layak bagi orang Mukmin laki-laki maupun bagi orang Mukmin perempuan, jika Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) dalam urusan mereka. Barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.”
(Q.s. al-Ahzab [33]: 36)


Islam adalah sebagai Ad-Din yang merangkumi seluruh aspek kehidupan manusia yang terkandung di dalamnya aqidah, amalan-amalan dan hukum-hukum berhubungan dengan rohani dan jasmani, fardiyyah dan jamaiyyah, agama dan politik dan segala urusan hidup di dunia dan akhirat. Secara khususnya Islam sebgaimana yang dikemukakan oleh ulama-ulama’ berdasarkan kepada Al-Qur’an dan AsSunnah adalah:-

Islam bererti tunduk dan menyerah diri kepada Allah swt serta mentaatiNya yang lahir dari kesedaran dengan tidak dipaksa kerana ketundukan yang seperti itu tanpa perhitungan pahala dan dosa.

Firman Allah swt:-

“Apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah padahal kepadaNya menyerah diri segala apa yang ada dilangit dan bumi, baik dengan suka mahupun terpaksa dan kepada Allah mereka dikembalikan”. (Surah Ali Imran ayat 83)

Istilah Islam sebenar tidak boleh lari dari apa yang diasaskan oleh Rasulullah s.a.w. Negara Islam yang ulung ditubuhkan di Madinah dalam tahun 623M bersamaan dengan tahun ke 2H. Negara Islam Madinah adalah contoh benar yang perlu difahami dan dihayati maknanya. Dalam hubungan ini Allah SWT berfirman dalam Surah al-Ahzab, ayat 21, mafhumnya:

"Sesungguhnya telah ada pada perbuatan Rasulullah itu contoh teladan yang amat baik bagimu..."

Sebagai muslim, tiada contoh yang lebih baik dalam lapangan kehidupan melainkan yang diambil dan ditiru dari perbuatan Rasulullah. Dalam hal ketatanegaraan, Nabi Muhammad telah menunjukkan contoh seperti yang diperintah kepadanya oleh Allah SWT. Dengan sifat-sifatnya yang jelas seperti yang ditunjukkan dalam Surah al-Hajj, ayat 41 yang mahfumnya:

"Orang-orang yang Kami perteguhkan kedudukan mereka di muka bumi (pemerintah Negara Islam), mendirikan solat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang maaruf dan mencegah dari perbuatan mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan (berserah dan bertawakkal)."

Ayat ini, jika dirujukkan kepada tafsir al-Quran yang muktabar, diberi pengertian yang mendalam dengan merujuk kepada makna yang falsafah di setiap perkataan ayat itu.
Rasulullah SAW pula ketika ditanya oleh Jibrail tentang Islam lalu baginda menjawab yang bermaksud

"…Islam adalah kamu bersaksi bahawa tiada tuhan yang disembah melainkan Allah dan Muhammad itu pesuruh Allah, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, berpuasa ramadhan serta menunaikan haji sekiranya ada kemampuan"(Surah Al Maidah Ayat ;3)

Namun demikan rata-rata hari ini Islam hanya difahami dalam bentuk perkara ibadat khusus sahaja terutama menyentuh persoalan yang terdiri dari rukun yang lima. Sesungguhnya satu kesilapan yang besar kepada sesiapa sahaja yang mengatakan bahawa Islam itu hanya terdiri dari rukun yang lima sahaja. Bahkan Islam lebih luas dari itu yang mencakupi segenap bidang aqidah, syariah, akhlaq, muamalah,siasah serta ibadah. Bagi menjelaskan dan memudahkan untuk mendapat gambaran konsep dan pengertian Islam yang sebenarnya maka dipetik beberapa pentakrifan dan pengertian yang diberikan oleh para ulama Islam antaranya,Negara Islam mestilah menyanjung perintah Allah dengan sebaik mungkin. Mengeluarkan zakat diertikan dengan penjagaan rakyat sebaik mungkin dengan mengajak mereka mentaati perintah Allah, mencegah dari melakukan syirik dan perkara-perkara kejahatan. Ia juga bertujuan untuk menjaga kepentingan masyarakat bawahan untuk mengatasi masalah mereka kerana falsafah zakat adalah jelas seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah s.a.w, "Ambillah dari mereka yang berada (kaya) untuk dibahagikan kepada golongan yang tidak berada (susah). Kerana itulah Saidina Abu Bakar as-Siddiq, memandang serius masalah zakat ini, sehingga semasa beliau memerangi mereka yang enggan membayar zakat sehingga mereka tunduk semula kepada hukum Allah. Ini adalah keperluan dan kemaslahatan ummah yang wajib dijaga dengan sebaik-baiknya.
Seterusnya, pemerintah Islam hendaklah menegak yang maaruf dan membasmi yang mungkar. Apalah ertinya Negara Islam jika pemerintahnya asyik memerangi yang maaruf dan menegakkan yang mungkar.
Perkara maaruf yang jelas ialah seperti melaksanakan hukum-hukum Allah, seperti yang terkandung dalam hukum hudud, qisas, takzir dan sebagainya.
Hukum menutup aurat tidak boleh dipandang ringan dan remeh seperti yang ditunjukkan Allah(dalam Surah an-Nur ayat:31), dan telah dilaksanakan oleh baginda Rasullah dengan sepenuhnya.
Perkara mungkar adalah jelas seperti arak, judi, pembinaan tugu, tenung nasib, adalah di antara yang nyata mungkarnya berdasarkan firman Allah dalam Surah al-Maidah ayat:90. Semuanya wajib dibasmikan termasuk mungkar-mungkar lain.
Bagaimana boleh wujud dalam Negara Islam perkara-perkara yang jelas bertentangan dengan hukum Allah, bolehkan Negara Islam mempertahankan hal-hal yang sedemikian yang seolah-olah mencabar hukum Allah, atau sekurang-kurangnya melawan hukum Allah dengan keengganan mematuhinya. Menentang dan melawan hukum Allah, telah dijelaskan hukumnya oleh Allah SWT dalam Surah at-Taubah, ayat 63 yang mafhumnya:

"Tidakkan mereka mengetahui bahawa mereka yang menentang hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahanam lah tempat balasan, mereka kekal abadi di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang amat besar."

Negara Islam adalah negara yang mendaulatkan syariat Allah SWT, menyanjung dan melaksanakan hukum-hukum Allah dan mencari jalan sebaik mungkin dengan menyakinkan semua pihak muslim dan non-muslim bahawa syariat Allah adalah untuk kebaikan insan sejagat.

" Apa (yang kamu bawa) ini, bukankah aku telah membawa (al-kitab) yang jelas dan jernih? kalau sahaja saudara ku musa as hidup pada zamanku tentu dia tidak akan bersusah melainkan mengikuti-ku"(HR. Ahmad dan Al-bazar)

Dan firman Allah lagi..

"Sesungguhnya perkataan yang diucapkan oleh orang-orang yang beriman ketika mereka diajak ke pada Kitab Allah dan Sunnah RasulNya, supaya menjadi hakim memutuskan sesuatu di antara mereka, hanyalah mereka berkata: "Kami dengar dan kami taat":

"Dan apa jua perintah yang dibawa oleh Rasulullah (s.a.w) kepada kamu maka terimalah serta amalkan, dan apa jua yang dilarangNya kamu melakukannya maka patuhilah laranganNya. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah amatlah berat azab seksaNya (bagi orang-orang yang melanggar perintahNya)."


Surah Al Hashr, ayat; 7

Isnin, 20 April 2009

Tanda Manusia Berakal


Bismilahirohmanirohim...

Apakah kalian tidak melihat bagaimana Allah membuat perumpamaan yang baik seperti
pohon yang baik, akarnya yang menunjam kuat, sedangkan dahannya(menjulur) ke langit. Ia memberikan buahnya setiap saat dengan izin PemeliharaNya, dan Allah membuat perumpamaan bagi manusia agar mereka ingat. (QS Ibrohim 2425).

Orangorang yang beriman dan tidak mencampur keimanan mereka dengan kezaliman[kesyirikan] mereka mendapatkan keamanan dan merekalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.

"Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran". (az-Zumar 39: 9).

Tanda-tanda Manusia yang berakal:-

1) Luas pandangannya kepada sesuatu yang menyakiti atau yang
menyenangkan, pandai memilih perkara yang bermanafaat dan menjauhi perkara yang menyakiti.

2) Selalu berbantah dengan dirinya. Kalau diri itu bermaksud menempuh
yang jahat, dihukumnya bahawa kejahatan itu berbahaya, merugikan dan mencelakakan.
Dan kalau diri itu mengingat-ingat perkaran yang baik, dihukumkan bahawa
kebaikan itu menguntungkan, membawa kemenangan dan memberi laba.
Lantaran hukuman yang demekian mudahlah dirinya mengingat baik-baik itu
dari buah hasilnya sehingga mudah menunjukkan kesan.
Dan bila menghadapi kejahatan, mudah pula dia mengingat bahayanya
dan celakanya, gementar badannya, dan timbul takutnya yang melampaui batas.

3) Selalu mengingati kekurangannya, kalau perlu di tulis di dalam
satu buku peringatan sehari-hari. Baik kekurangan dalam agama,
atau pada akhlak dan kesopanan. Peringatan itu diulang-ulang dan
buku itu kerapkali dilihatnya untuk direnunginya dan dikhtiarkan
mengansur-ansur merubah segala kekurangan itu.

4) Dilihatnya kebaikan budi pekerti orang lain. Di pujinya di dalam hati
dan ditimbulkannya cita-citanya hendak meniru seraya diansur pula
meneladan dari selangkah ke selangkah.

5) Kalau hendak mencari teman, handai taulan dan sahabat,
orang yang berakal akan memilih orang yang mempunyai kelebihan
baik daripada perkara agama atau ilmu atau budi kesopanan.
Yang berlebih dari perkara agama atau ilmu budi kesopanan.
Yang berlebih daripada kita supaya kita dapat tiru teladan.
Atau dicarinya teman yang sama tingkatan supaya kaut menguatkan.
Kerana budi perketi yang baik dan adat yang terpuji tidak akan
subur tumbuhnya dalam diri kalau tidak bertolong-tolongan
menggembirakan didalam dengan teman.

6) Orang yang berakal tidak akan berduka cita lantaran ada cita-citanya
di dunia tidak sampai atau nikmat meninggalkannya. Diterimanya apa
yang terjadi atas dirinya dengan tidak merasa kecewa dan
tidak putus-putus berusaha. Jika rugi tidaklah cemas dan
jika berlaba tidaklah bangga. Kerana cemas merendahkan
himmah dan bangga menhilangkan timangan.

7) Orang yang berakal enggan menjauhi orang yang berakal pula,
kerana tanpa teman yang berakal akan lemahlah dia,
dan dengan bersama akan dapat dia membandingkan di mana
kekurangannya dan dimana kelebihannya.

8) Empat saat yang selalu diawasi oleh orang yang berakal.
Biar lengah dari yang lain, tetapi tidak lalai dia menjaga yang empat itu iaitu :
-i) Saat untuk menyembahkan hajatnya kepada Tuhannya.
ii) Saat untuk menilik dirinya sendiri.
iii) Saat untuk membuka rahsia diri kepada sahabatnya yang setia,
menyatakan aib-aib dan celanya supaya dapat dinasihati dan
ditunjukkan oleh teman setia itu secara terus terang.
iv) Saat dia bersunyi-sunyi diri, duduk bersoal jawab dengan dirinya,
menanyakan mana yang halal dan mana yang indah,
mana yang jahat dan mana yang baik.

9) Orang yang berakal tahu membedakan manusia,
sebab itu dia tidak canggung bergaul dengan siapapun.
Manusia dibahagikan kepada dua.
Pertama, orang awam, perkataanya di jaga, tiap-tiap kalimat yang keluar
dari mulutnya dibatasinya. Kerana hanya jauhari yang mengenal manikam.
Kedua, ialah orang yang khawas (orang-orang utama).
Disanalah dia merasa lazatnya ilmu. Kepada yang lebih daripada dia,
dia belajar. Kepada yang sama dengan dia, dia membanding.

10) Orang yang berakal memandang besar akan sebarang kesalahan
yang dilakukannya, walau bagaimana kecilpun di mata orang lain.
Dia tidak mahu memandang kecil suatu kesalahan.
Kerana bila sekali kita memandang kecil sesuatu kesalah, yang kedua,
ketiga dan seterusnya, kita tidak akan merasa kesalahan itu besar,
atau tak dapat membedakan lagi mana yang kecil dan mana yang besar.

11) Orang yang berakal sedar bahawa diantara akal dan nafsu,
atau diantara fikiran dan hawa tidak ada persetujuan.
Kehendak nafsu biasa manis dipangkal dan hambar ujungnya.
Sebab itu mereka suka berpahit-pahit dahulu dan bermanis-manis kemudian.
Jika dia menghadapi suatu pekerjaan yang ragu-ragu atau jalan
bersimpang yang belum ditemukan, ditanyalah hatinya, mana yang lebih cocok.
Dan nafsunya itulah yang dijauhinya.

12) Orang yang berakal tidaklah berduka hati. Kerana kedukaan
itu tidak ada faedahnya. Banyak duka mengaburkan akal.
Tidak dia besedih, kerana kesedihan tidaklah dapat memperbaiki
perkara yang telah telanjur. Dan banyak bersedih mengurangi akal.
Orang yang berakal menyediakan ubat
sebelum sakit, menyediakan payung sebelum hujan.
Tetapi kalau penyakit datang juga, padahal ubat telah tersedia,
dan bajunya kena hujan juga padahal payung telah ditangan,
tidaklah dia kecewa, tetapi dia sabar dan rela dan dicarinya usaha untuk mengatasinya.

13) Orang yang berakal tidak ada tempat yang dia takut selain Tuhannya.
Kalau timbul takutnya dengan tiba-tiba, diselidikinya apa sebab dia takut.
Dari salah atau hanya dari rendah himmahnya?

14) Orang yang berakal tidak menjawab sebelum ditanya.
Tidak pula menjawab pertanyaan lebih daripada mesti,
supaya jangan dikatakan orang: tidak pandai memegang rahsia,
tidak berpengaruhan, thufaili. Tidak pula suka menghinakan orang,
kerana orang-orang yang menghinakan raja-raja rosaklah dunianya.
Orang yang suka menghinakan orang alim rosaklah agamanya
dan orang yang menghinakan kawan-kawan rosaklah maruahnya.

15) Orang yang berakal tidaklah tersembunyi bahagian celanya dirinya
kerana orang yang lupa memandang aib dirinya sendiri,
akan lupalah kepada kebaikan orang lain. Maka lupa akan aib diri
adalah bencana hidup yang sebesar-besarnya. Sebab kalau tidak tahu
atau lengah dari aib kita sendiri, tidaklah timbul usaha
untuk membongkar uratnya. Bertambah lama dia bertambah tumbuh
di dalam jiwa, maka meranalah jiwa,
laksana limau yang dikalahkan benalu.

16) Orang yang berakal pergi ke medan perang dengan senjata.
Berbantah dan bertukar fikiran dengan cukup alasan.
Berlawan dengan kekuatan. Kerana dengan akallah tercapai hidup,
dengan budi teranglah hari, dengan fikiran tercapailah maksud, dengan ilu ditaklukkan dunia.

17) Orang yang berakal pandai membandingkan yang belum ada
dengan yang telah ada, yang belum didengar dengan yang telah didengar.
Umurnya yang ada dibandingkan dengan yang telah pergi.
Yang belum tercapai dengan yang telah tercapai.
Segala pekerjaan tidaklah diukurnya dengan wang atau emas bertahil.
Sebab harta datang dan pergi, mendahului kita, atau didahului.
Tetapi akal terap dan bekasnya kekal,
walaupun badan tubuh masuk ke liang lahad.
Orang berakal hidup buat masyarakatnya, bukan buat dirinya sendiri.


Empat saat yang selalu diawasi oleh manusia yang berakal.Biar pun dia sibuk dengan urusan-urusan yang lain tetapi tidak sekali-kali manusia lalai dengan empat perkara ini:

1. Saat untuk menyembahkan hajat kepada Tuhannya.
2. Saat untuk menilik dan menilai diri sendiri.
3. Saat untuk membuka rahsia dirinya kepada sahabatnya yang setia,menyatakan aib-aib dan kelemahan supaya dapat ditegur dan diperbetulkan oleh sahabat setia itu dengan terus terang.
4. Saat untuk bersunyi-sunyi dan bersendirian. Duduk bersoal jawab dengan dirinya menanyakan mana yang baik dan mana yg indah,mana yang sesuai dan mana yang tidak...

Sabtu, 18 April 2009

Akhlak Mulia


Alhamdulillah..sekali lagi dapatlah kita menikmati kenikmatan dunia,mengunakan segala nikmatNya.sebagai tanda kita masih lagi diberi peluang untuk mengubah diri dari negetif kepada positif,mungkin hari semalam amalan kita amat sedikit dan pada hari ini hendaklah kiranya kita menambah amalan2 kebaikan,menandakan terima kasih kita kepada Allah.Walau bagaimana pun Allah s.w.t. tetap menyayangi kita..pada hari ini saya ingin coretkan sedikit mengenai akhlak yang mulia.
"Orang Mukmin yang paling sempurna imannya, ialah yang paling baik akhlaknya."(H.R.Ahmad)

Maksud hadis: Daripada Abu Hurairah radiyallahu anh berkata; bersabda rasulullah s.a.w., "orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah orang yang paling baik akhlaknya dan orang yang terbaik dikalangan kamu ialah orang yang paling banyak berbuat baik kepada isterinya".

apa yang dapat kita rumuskan Akhlak ialah perbuatan, perkataan, dan tingkah laku yang elok serta indah berpandukan Al-Quran dan sunnah rasulullah. Hakikat ini bertepatan dengan tujuan Rasulullah diutuskan iaitu untuk membentuk akhlak manusia, berdasarkan hadith Rasulullah s.a.w.:

Maksudnya: Daripada Abu Hurairah radiyallahu anh berkata; rasulullah s.a.w. bersabda,
"Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."

Akhlak yang baik akan mengangkat manusia ke darjat yang tinggi dan mulia. Akhlak yang buruk akan membinasakan seseorang insan dan juga akan membinasakan ummat manusia. Manusia yang mempunyai akhlak yang buruk senang melakukan sesuatu yang merugikan orang lain. Senang melakukan kekacauan, senang melakukan perbuatan yang tercela, yang akan membinasakan diri dan masyarakat seluruhnya. Nabi s.a.w.bersabda yang bermaksud:

"Orang Mukmin yang paling sempurna imannya, ialah yang paling baik akhlaknya."(H.R.Ahmad)

Matlamat menjadi insan yang mulia, dihormati oleh orang lain serta disegani memerlukan kematangan jiwa yang tinggi dan disokong pula oleh hubungan kerohanian yang mantap.Semua tuntutan akhlak mulia ini sudah cukup untuk mengubati hati yang berdengki, mendamaikan musuh yang berdendam malah dapat menjernihkan kekeruhan jiwa sesama insan. Firman Allah SWT di dalam Surah Al-Fussilat ayat 34 yang bermaksudnya:

Dan tidaklah sama ( kesannya dan hukumNya ) perbuatan yang baik dan perbuatan yang jahat. Tolaklah (kejahatan yang ditujukan kepadamu) Dengan cara yang lebih baik dan apabila Engkau berlaku demikian maka orang yang menaruh rasa permusuhan terhadapmu dengan serta merta akan menjadi seolah-olah seorang sahabat karib.

RASULULLAH SAW bersabda yang bermaksud: "Sesungguhnya engkau tidak dapat memberi kelapangan kepada orang dengan harta bendamu, tetapi kamu dapat memberi kelapangan dengan muka berseri-seri dan budi pekerti yang baik." (Hadis riwayat Abu Ya’la)

Rasulullah bersabda : “Akhlak yang baik dapat menghapuskan kesalahan, bagaikan air yang menghancurkan tanah yang keras. Dan akhlak yang jahat pun boleh merosakkan amal, seperti cuka merosakkan manisnya madu.”

Jumaat, 17 April 2009

Prasangka Buruk

Bismillahirohmanirohim...
hari ini saya ingin menarik perhatian dan membincangkan masalah bersangka buruk pada rakan atau orang yang berhampiran dengan kita.Sikap buruk sangka dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman yang bermaksud:
Hai orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan daripada prasangka, sesungguhnya sebahagian daripada prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu mengumpat sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi maha penyayang.(Surah al-Hujuraat, ayat 12)

didalam ayat ini kita dapat mengambil iktibar bahawasanya Allah melarang kita supaya tidak bersangka buruk pada orang lain dan Allah juga telah memberi peringatan kepada kita supaya tidak mebawa atau menyebarkan berita yang tidak benar kepada orang lain.

Daripada Abi Hurairah berkata: Bersabda Rasulullah SAW yang bermaksud: “Aku peringatkan kamu daripada prasangka sesungguhnya prasangka itu adalah bisikan yang paling bohong. Dan janganlah kamu mencari-cari rahsia (kelemahan, keaiban dan keburukan saudaranya), janganlah berasakan (yang bukan-bukan), janganlah kamu melakukan pertengkaran, jangan berhasad (dengki), jangan berbenci-bencian, janganlah membelakangkan (saudaramu seagama). Dan jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara.” (Hadis riwayat al-Bukhari)

Untuk menjamin persaudaraan Allah S.W.T telah memberikan beberapa petunjuk sesuai yang dengan jenis persaudaraan yang diperintahkan.
Katakanlah, "Wahai Ahli Al-Kitab, marilah kepada satu kalimat kesepakatan yang tidak ada perselisihan diantara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah, dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun, dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah." Jika mereka berpaling (tidak setuju), katakanlah kepada mereka, "Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang Muslim" (QS Ali 'Imran [3]:64).

Kami atau kamu pasti berada dalam kebenaran atau kesesatan yang nyata. Katakanlah, "Kamu tidak akan ditanyai (bertanggungjawab) tentang dosa yang kami perbuat, dan kami tidak akan ditanyai (pula) tentang hal yang kamu perbuat." Katakanlah, "Tuhan kita akan menghimpun kita semua, kemudian menetapkan dengan benar (siapa yang benar dan salah) dan Dialah Maha Pemberi Keputusan lagi Maha Mengetahui (QS 34: 24-26).

dan Khalifah Umar bin Khattab menyatakan: “Janganlah kamu menyangka dengan satu kata pun yang keluar daripada seorang saudaramu yang mukmin kecuali dengan kebaikan yang engkau dapatkan bahawa kata-kata itu mengandungi kebaikan.”

Berlapang dada membuatkan hati kita merasa tenang dan senang. Ia membuka jalan kepada kemaafan sesama insan dan keampunan daripada Tuhan. Allah berfirman yang bermaksud: “…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahawa Allah mengampunimu? Dan Allah maha pengampun, maha penyayang.” (Surah an-Nur, ayat 22)

Seorang Muslim bersaudara dengan Muslim lainnya. Dia tidak menganiaya, tidak pula menyerahkannya (kepada musuh). Barangsiapa yang memenuhi pemintaan saudaranya, Allah akan memenuhi pula harapannya.Barangsiapa yang melapangkan dan seorang Muslim suatu
kesulitan, Allah akan melapangkan baginya satu kesulitan pula dan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya di hari kemudian. Barangsiapa yang menutup aib seorang Muslim, Allah akan menutup aibnya di hari kemudian.(Dari riwayat At-Tirmidzi dari Abu Hurairah)
Oleh kerana itu kita hendaklah menyiasat dan menyelidik berita yang tiba adalah satu langkah bijak bagi mengelakkan bibit buruk sangka. Terutama jika yang membawa khabar itu di kalangan mereka yang fasik dan kufur.

Peringatan ini diberikan oleh Allah dalam firman-Nya yang bermaksud: “Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidiklah (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan.” (Surah al-Hujuraat, ayat 6)

Saling bermaafan bukanlah satu aktiviti khusus menjelang hari raya semata-mata. Ia seharusnya dilakukan sepanjang masa. Bermaafanlah sesama kaum keluarga dan sahabat handai apabila berlaku keterlanjuran secara sengaja atau tidak. Bermaafan tidak memerlukan bayaran yang tinggi. Sedangkan ia perbuatan yang dipuji dan akan diganjari pahala banyak oleh Allah.

Allah berfirman yang bermaksud: “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh.”
Surah al-A’raf, ayat 199)

Sesungguhnya menurut banyak riwayat, Allah SWT melihat apa yang ada di kedalaman hati hambaNya. Itu artinya, prasangka dalam hati juga tak pernah luput dari pantauan Allah SWT. Hal ini perlu diangkat ke permukaan, karena dalam keadaan yang serba kekurangan ini,adalah sangat mungkin sikap saling berprasangka menjadi lumrah terjadi.Dengan mengamati kelemahan dan kekurangan diri akan membuatkan kita lebih insaf bahawa kita juga tidak terlepas daripada melakukan kesilapan. Hanya manusia angkuh saja yang memiliki pendirian bahawa dirinya tidak pernah bersalah dan berdosa.

Khamis, 16 April 2009

Adab Pergaulan


Bismillahirohmannirahim...
Assalamualaikum dan salam sejahtera kepada pembaca yang sudi bertandang ke blog saya.
hari ini terlintas untuk saya berkongsi bersama berkenaan adab di dalam pergaulan seharian kita.

“Janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan janganlah kalian saling menghindari, dan janganlah kalian saling meng-ghibbah satu dengan yang lain, dan jadilah hamba-hamba ALLAH yang bersaudara.” (HR Muttafaq ‘alaih)

Daripada Abu Musa al-Asy'ari r.a., Nabi saw bersabda: "Orang yang bergaul dengan orang yang soleh dan orang yang bergaul dengan orang yang jahat ibarat orang yang membawa kasturi dan orang yang menghembus alat menyalakan api. Orang yang membawa kasturi, samada ia memberikannya kepada kamu, atau kamu membelinya, atau mendapat bau yang baik. Manakala orang yang meniup alat menyalakan api, sama ada ia akan membakar pakaian kamu atau mendapat bau yang busuk" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Daripada Abu Hurairah r.a., Nabi saw bersabda: "Tiga petanda orang munafik: Apabila bercakap ia berbohong, apabila berjanji ia memungkirinya, apabila diberi amanah ia mengkhianatinya" (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhai ALLAH
SWT yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian sehingga
dicatat oleh ALLAH SWT keridhoan-NYA bagi orang tersebut sampai nanti
hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai
ALLAH SWT yang tidak dikiranya akan demikian, maka ALLAH SWT mencatatnya
yang demikian itu sampai hari Kiamat." (HR Tirmidzi dan ia berkata
hadits hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah)

Daripada Abu Hurairah r.a., Nabi saw bersabda: "Tidaklah seorang hamba yang menutup keaiban hamba yang lain melainkan Allah akan menutup keaibannya pada hari khiamat" (Hadis riwayat Muslim)

Daripada Abu Hurairah r.a., Nabi saw bersabda: "Sesiapa yang menyenangkan orang yang susah Allah akan menyenangkan di dunia dan akhirat. Sesiapa yang menutup keburukan seseorang Muslim Allah akan menutup keburukannya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan menolong seorang hamba selagimana ia berusaha untuk menolong saudaranya" (Hadis riwayat Muslim)

Ajaran Islam amat sangat serius memperhatikan soal menjaga lisan sehingga Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam juga bersabda:

“Barangsiapa yang memberi jaminan kepadaku (untuk menjaga) apa yang ada antara dua janggutnya (lisan) dan apa yang ada antara dua kakinya (kemaluannya) maka aku menjamin Surga untuknya.” (HR. Al-Bukhari).

Seorang muslim wajib menjaga lisannya(percakapan), tidak boleh berbicara batil, berdusta, mengeji, mengadu,Fitnah dan melontarkan ucapan-ucapan kotor, ringkasnya, dari apa yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya.

“Sungguh seorang hamba berbicara dengan suatu kalimat yang membawa keridhaan Allah, dan dia tidak menyadarinya, tetapi Allah mengangkat dengannya beberapa derajat. Dan sungguh seorang hamba berbicara dengan suatu kalimat yang membawa kemurkaan Allah, dan dia tidak mempedulikannya, tetapi ia menjerumuskan-nya ke Neraka Jahannam” (HR. Bukhari)

Rabu, 15 April 2009

Sabar Dalam Menghadapi Dugaan


Bismillaahirrohmanirrohim
Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, yang telah menciptakan, memiliki dan mengatur dunia seisinya. Sholawat serta Salam kepada Nabi pilihan Nabi Muhammad SAW ,keluarga, sahabat dan pengikutnya.....Amin.

Menurut bahasa, sabar artinya menahan (al-habs). Sedangkan menurut istilah, sabar adalah menahan diri dari segala sesuatu yang tidak menyenangkan.Orang yang sabar adalah orang yang mempunyai kemampuan dalam menahan segala cobaan dan ujian yang menimpa dirinya, baik cobaan dan ujian itu berupa sesuatu yang menyenangkan ataupun sesuatu yang tidak menyenangkan..
Barangsiapa ingin selamat daripada azab Allah, mendapatkan pahala dan rahmatNya, hendaklah dia menahan nafsu daripada segala keinginan dunia, disamping sabar atas segala musibah yang menimpa dirinya.Allah menyukai orang-orang yang sabar. Sabar memang mempuyai pengertian. Sabar melaksanakan perintah ( Taat ). Sabar meninggalkan larangan-larangan Allah dan sabar ketika ditimpa bencana. barang siapa bersabar kerana taat maka pada hari kiamat Allah akan memberinya tiga ratus darjat di syurga. Tiap-tiap darjat jaraknya sejauh langit dan bumi. Barang siapa yang sabar meninggalkan larangan-larangan Allah, maka pada hari kiamat Allah akan memberinya enam ratus darjat dan tiap-tiap darjat antara langit ke langit ketujuh. Adapun orang yang sabar atas bencana (Musibah) maka pada hari kiamat Allah memberikannya tujuh ratus darjat dan tiap-tiap darjat antara Arasy dan Tsura

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”(az-Zumar, 39: 10)

Dirawikan daripada Nabi SAW dalam sabdanya Allah telah berkata:

" Barang siapa ditimpa bencana, lalu memohon perlindungan daripada Ku, pasti aku memberikannya sebelum di minta. Dan barang siapa ditimpa bencana, lalu dia meminta perlindungan kepada makhluk, pasti kututup semua pintu langit keatasnya."

Junaid al-Baghdadi RA telah berkata :

" Bala merupakan pelita bagi orang arif, menyedarkan yang murtad,memperbaiki orang mukmin dan menghancurkan orang yang lupa. Tidak seorang pun akan mendpaat manisnya iman sebelum dia ditimpa bala, rela dan sabar.

Telah berkata Adl Dlahak RA :

" Barang siapa yang tidak diuji dalam setiap empat puluh hari dengan satu bala,kedukaan atau musibah, maka tidak ada kebaikkan baginya di sisi Allah."

oleh itu ketahuilah bahawa hidup adalah merupakan perpindahan dari satu cubaan ke cubaan yang lain. Cubaan atau ujian tidak selalu dikaitkan dengan kesusahan, sakit, miskin, kemelaratan dll yang tidak menyenangkan hati, tapi cubaan dan ujian juga meliputi kemudahan, kejayaan, harta berlimpah,kekuasaan atau perkara yang boleh melupakan kita dan menjauhkan kita kepada Allah S.W.T.
Apabila jika kita di uji dengan semua kesulitan atau kemudahan kita semakin (bersyukur, tawaddhu' ,suka menolong orang lain), maka kita berjaya menghadapi ujian itu, sehingga segala yang telah kita terima menjadi Nikmat dan Anugerah.

Daripada Muaz bin Jabal RA beliau berkata:
Ketika Allah menguji hambanya yang mukmin dengan suatu bencana, dia berkata kepada malaikat pencatat amal buruk "Hapuskan catatan daripadannya" dan berkata kepada malaikat pencatat amal baik "tuliskan daripada hambaku yang paling baik daripad aapa yang dia perbuat."

dan perigatan pencipta kepada hamba yang tidak dapat mengharungi ujian dan cubaan dengan membunuh diri atau pun menyakiti diri sendiri Allah S.W.T telah berpesan

" Barangsiapa tidak rela dengan keputusan-Ku dan tidak syukur pula dengan pemberianKu , hendaklah dia cari Tuhan selain Aku!"


"Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan (dilindungi) Allah, kecuali dengan benar." (al-An'am: 151)

"Dan jangan kamu membunuh diri-diri kamu, karena sesungguhnya Allah maha belas-kasih kepadamu." (an-Nisa': 29)


dan Rasulullah s.a.w. telah bersabda:

"Sebelum kamu, pernah ada seorang laki-laki luka, kemudian marah sambil mengambil sebilah pisau dan di potongnya tangannya, darahnya terus mengalir sehingga dia mati. Maka berkatalah Allah: hambaku ini mau mendahulukan dirinya dari (takdir) Ku. Oleh karena itu Kuharamkan sorga atasnya." (Riwayat Bukhari, dan Muslim)

"Barangsiapa menjatuhkan diri dari atas gunung kemudian bunuh diri, maka dia berada di neraka, dia akan menjatuhkan diri ke dalam neraka untuk selama-lamanya. Dan barangsiapa minum racun kemudian bunuh diri, maka racunnya itu berada di tangannya kemudian minum di neraka jahanam untuk selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan alat tajam, maka alat tajamnya itu di tangannya akan menusuk dia di neraka jahanam untuk selama-lamanya." (Riwayat Bukhari dan Muslim)...

Selasa, 14 April 2009

Perkahwinan dan pengertian



Perkahwinan atau nikah menurut bahasa ialah berkumpul dan bercampur. Menurut istilah syarak pula ialah ijab dan qabul (‘aqad) yang menghalalkan persetubuhan antara lelaki dan perempuan yang diucapkan oleh kata-kata yang menunjukkan nikah, menurut peraturan yang ditentukan oleh Islam. Perkataan zawaj digunakan di dalam al-Quran bermaksud pasangan dalam penggunaannya perkataan ini bermaksud perkahwinan. Allah s.w.t. menjadikan manusia itu berpasang-pasangan, menghalalkan perkahwinan dan mengharamkan zina.

Rasulullah s.a.w. telah bersabda: “Berkahwinlah supaya kamu menjadi ramai, bahawasanya aku bermegah-megah dengan kamu akan segala umat pada hari kiamat hingga dengan anak yang gugur dari perut ibunya”. (Hadis Dha’if riwayat Abu Bakar bin Mardawiyah dari Ibnu Umar)

" Nikah itu adalah sunnahku, maka sesiapa yang benci sunnahku maka sesungguhnya ia bukan dari golonganku ". ( Riwayat Ibnu Majah )

Bahasa:
Cantum atau himpun

Istilah :
Akad yang menggunakan lafaz nikah atau bahasa-bahasa lain yang memberi makna nikah yang menghalalkan lelaki dan perempuan melakukan persetubuhan

Panduan ciri-ciri bakal suami

* beriman & bertaqwa kepada Allah s.w.t
* bertanggungjawab terhadap semua benda
* memiliki akhlak-akhlak yang terpuji
* berilmu agama agar dapat membimbing bakal isteri dan anak-anak ke jalan yang benar
* tidak berpenyakit yang berat seperti gila, AIDS dan sebagainya
* rajin berusaha untuk kebaikan rumahtangga seperti mencari rezeki yang halal untuk kebahagiaan keluarga.

Ciri-ciri bakal isteri

* beriman & solehah
* rupa paras yang cantik dan elok
* memiliki akhlak-akhlak yang terpuji
* menentukan mas kahwin yang rendah
* wanita yang subur
* masih dara
* berasal dari keturunan yang baik
* bukan keturunan terdekat

hukum perkahwinan dalam Islam

1.Harus
bagi yang tidak mempunyai sebab untuk berkahwin dan tiada perkara yang mengharamkannya berkahwin

2.Wajib
bagi yang mampu zahir dan batin, jika tidak berkahwin dikhuatiri mereka akan berzina

3.Sunat
bagi yang mampu zahir dan batin, jika tidak berkahwin tidak dikhuatiri mereka akan berzina

4.Makruh
bagi yang tidak mampu memberi nafkah zahir dan batin, tapi berkeinginan untuk berkahwin

5.Haram
bagi yang tidak mampu dari segi nafkah zahir dan batin / berkahwin dengan niat memudaratkan isteri

“Dan kahwinkanlah orang-orang yang sendirian (bujang) di antara kamu”. (Surah al-Nuur: 32)

"Wahai pemuda-pemuda, sesiapa yang mampu di antara kamu (mempunyai belanja serta keinginan) hendak berkahwin, hendaklah ia kahwin, kerana sesungguhnya perkahwinan itu akan memejamkan matanya (terhadap orang yang tidak halal dilihatnya) dan terkawal kehormatannya dan sesiapa yang tidak mampu berkahwin hendaklah ia berpuasa, bahawa puasa itu menjadi benteng". ( Riwayat Muslim )

“Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kahwin lagi dengan bakal suaminya”. (Surah al-Baqarah: 232)

hikmah perkahwinan

i.untuk melahirkan zuriat yang bersih
ii.memupuk perasaan kasih sayang antara suami dan isteri
iii.mengelakkan perbuatan maksiat
iv.melahirkan perasaan tanggungjawab dalam melaksanakan amanah Allah
v.memenuhi tuntutan rohani dan jasmani yang menjadi fitrah manusia melalui jalan yang halal



kesan perkahwinan yang tidak mengikut undang-undang keluarga islam

i.Kepada diri

¨Dikenakan tindakan undang-undang mengikut peruntukan undang-undang keluarga islam

¨Masyarakat akan memandang serong kepada mereka

ii.Kepada keluarga

¨Nama baik kedua-dua keluarga akan tercemar

¨Kedua-dua belah keluarga akan bermusuhan akibat sikap menyalahkan keluarga lain

iii.Kepada masyarakat

¨Masyarakat akan kucar kacir kerana wujud masyarakat yang tidak mahu patuh kepada undang-undang

Jenis Perkahwinan


* Poligami adalah perkahwinan lelaki dengan ramai wanita. Ia diamalkan oleh hampir kesemua bangsa di dunia ini. Mereka mengamalkan poligami tanpa had dan batas. Contohnya ada agama di negara China yang membolehkan perkahwinan sehingga 130 orang isteri. Pada syariat Yahudi, poligami dibenarkan tanpa batas dan menurut Islam, poligami hanya dibenarkan sehingga empat orang isteri dengan syarat-syarat yang tertentu.

* Poliandri merupakah perkahwinan yang berlaku antara seorang perempuan dengan beberapa orang lelaki (konsep songsang dari poligami). Perkahwinan ini sangat jarang berlaku kecuali di Tibet, orang-orang bukit di India dan masyarakat jahiliah Arab. Contohnya masyarakat Juansuwaris apabila saudara lelaki yang tua mengahwini seorang wanita, wanita itu menjadi isteri untuk semua saudara-saudaranya. Amalan ini merujuk kepada kitab Mahabhrata. [3]

* Monogami merupakan cara perkahwinan tunggal iaitu perkahwinan antara seorang lelaki dengan seorang perempuan sahaja. Sesetengah agama seperti Kristian mengamalkan perkahwinan jenis ini kerana menganggap perkahwinan antara seorang lelaki dan seorang perempuan adalah untuk sepanjang zaman. Oleh kerana itulah penceraian tidak diiktiraf sama sekali (seperti mazhab Katolik).

"Maka berkahwinlah dengan sesiapa yang kamu berkenan dari perempuan-perempuan lain dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu bimbang tidak akan berlaku adil( di antara isteri-isteri kamu) maka berkahwinlah dengan seorang sahaja". ( Surah An - Nisaa' - Ayat 3 )

Rasulullah s.a.w. telah bersadba: “Barangsiapa yang tidak beristeri kerana takutkan kepapaan maka dia bukan dari golongan kami”. (Hadis Dho’if riwayat Abu Mansur al-Dailami dari Abu Said)

Ahad, 12 April 2009

Tips Melupakan Perkara yg buruk



Ingatan manusia bukanlah seperti disket komputer yang sesenang hati boleh di’delete’ dan anda tak mungkin memperolehi maklumat tersebut lagi.semua orang mempunyai masalah yang sama. Jika berlaku sesuatu perkara yang tidak anda ingini di dalam hidup, anda pasti ingin melupakannya… jika boleh, anda ingin memadamnya dari ingatan anda seolah-olah ianya tidak pernah berlaku. Namun, yang menjadi masalahnya ialah, apabila anda berusaha untuk melupakannya, ianya semakin melekat di ingatan anda, betul kan?

Kenapakah ini boleh terjadi? Berusaha melupakan tetapi ianya makin membuatkan anda ingati perkara yang ingin dilupakan itu? Jika anda amati, sikap anda yang berusaha untuk melupakan itu sebenarnya adalah satu aktiviti mengingati perkara itu secara tidak anda sedar. Kenapa? Apabila anda cuba melupakan sesuatu, anda akan fikirkan mengenai perkara tersebut. Apabila anda memikirkan tentang perkara itu secara tidak langsung anda masih mengingati dan kerana itulah juga, anda sukar untuk melupakan sebaliknya anda makin ingat perkara yang ingin dilupakan itu.

Cara terbaik untuk mengingati ialah redha dengan segala yang telah terjadi. Semua itu adalah kehendak takdir. Percayalah, pasti ada hikmah di sebalik semua yang telah berlaku. Jangan paksa diri anda untuk melupakan perkara tersebut sebaliknya teruskan hidup anda seperti biasa. Biarkan semua itu berlalu dengan sendirinya. Sibukkan diri anda dengan sesuatu yang mampu mengalih fikiran anda daripada memikirkan tentang perkara itu. Sebagai contoh, ada orang yang dapat melupakan segala kekalutan hidupnya apabila menumpukan perhatian kepada kerjaya. Mungkin pada mulanya agak sukar tetapi anda perlu berusaha untuk mengalihkan perhatian anda daripada memikirkan perkara tersebut kepada memikirkan perkara lain.

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."
-Surah Al-Ankabut ayat 2-3

Setiap daripada kita mempunyai daya kekuatan ingatan yang tersendiri dan paling penting, kita perlu mampu menguasai pemikiran kira. Jangan biarkan anda dikuasai oleh pemikiran anda. Percayalah, jika anda berjaya menguasai pemikiran anda, anda adalah insan yang berjaya membentuk hidup anda. Kenapa? Saya pasti, anda selalu dengar tentang kata-kata yang juga telah pun menjadi lirik lagu: jika kau fikirkan kau boleh, kau pasti boleh melakukan, jika kau fikirkan ragu-ragu, usahamu tidak menentu. Hayati kata-kata ini…. inilah kekuatan pemikiran.

Jika anda berusaha untuk menumpukan pemikiran anda kepada hidup anda hari ini dan akan datang, secara tidak anda sedari anda telah dapat melupakan perkara yang ingin anda lupakan itu. Memang sukar melupakan sesuatu itu terus. Selagi masih ada hayat, apa sahaja yang berlaku di dalam hidup, pasti tidak dapat kita lupakannya terus. Namun, anda pasti dapat melupakannya seketika. Apabila anda meneruskan hidup seperti biasa, sibukkan diri anda dengan perkara-perkara lain seperti kerjaya atau pembelajaran anda, anda tidak akan memikirkan perkara yang tidak ingin anda kenang itu. Itulah namanya melupakan seketika.

Apabila anda telah berjaya melupakan seketika, bila tiba masanya anda mengenang semula perkara tersebut, anda akan rasa betapa hikmahnya perkara tersebut berlaku.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." -Surah Al-Baqarah ayat 216

"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." -Surah Al-Baqarah ayat 286

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman." -Surah Ali-Imran ayat 139

Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)." -Surah Ali-Imran ayat 200

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk" -Surah Al-Baqarah ayat 45

"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal." -Surah At-Taubah ayat 129 ".....dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan kaum yang kafir." -Surah Yusuf ayat 12